Hamasah! ^_^

Teknologi Membran 1

Posted by: Khansa on: Juli 15, 2008

Membran dapat didefinisikan sebagai lapisan tipis yang bersifat selektif, sehingga dapat digunakan dalam separation process. Selektifitas membran didasarkan pada perbedaan ukuran, bentuk permukaan, elektrostatik, difusivitas, interaksi terhadap zat kimia, volatilitas, polaritas, maupun kelarutan. Secara umum, membran diaplikasikan pada pemisahan gas dan uap, pemisahan campuran organik, pemisahan sistem dispersi solid/liquid, pemisahan sistem liquid-liquid, pemisahan dalam padatan terlarut, dll.

Pemisahan dengan membran bekerja dengan driving force berupa perbedaan tekanan, perbedaan konsentrasi, perbedaan potensial kimia, dan perbedaan temperatur. Adanya perbedaan dalam aplikasi membran baik sebagai media pemisah maupun katalis maka bahan/material membran yang digunakan bervariasi termasuk pembuatan serta pabrikasinya. Ilmu bahan untuk membran juga berkembang pesat untuk menghasilkan berbagai jenis bahan dengan struktur dan fungsi yang berbeda.

Suatu bahan dapat dijadikan membran apabila tahan secara kimia (chemical resistant) baik terhadap umpan maupun media/cairan pencuci membran, stabil secara mekanik, stabil secara termal, memiliki permeabilitas dan selektifitas yang tinggi, dan stabil dalam pengoperasiannya.

Bahan dan jenis membran dapat berupa

  1. Polimer sintetik seperti polypropylene, perfluoro polymers, elastomer, polyamides dan polisulphones  
  2. Modifikasi produk/bahan alam -berbasis selulosa
  3. Bahan lain termasuk senyawa anorganik, karbon, keramik, logam, serta membran cair

Tipe membran terbagi menjadi 2 macam membran yaitu membran simetrik (struktur ragam) dan membran Asimetrik (tak berseragam). Membran simetrik dapat berbentuk silinder saja, porous saja, maupun non porous saja. Sedangkan membran asimetrik tersusun atas lapisan aktif dan didukung oleh suatu support berpori atau sublayer, dapat berupa porous, porous with top layer, maupun komposit.

 

Pembuatan Membran Simetrik

1. Sintering/stretching : untuk pembuatan membran-membran mikropori

2. Casting : untuk pembuatan membran penukar ion dan membran untuk pervaporasi

3. Phase inversion dan etching : untuk membran berpori dan digunakan dalam mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, dan

    dialysis

4. Extrusion : bahan yang diproduksi melalui metode ini berfungsi sebagai membran difusi seperti pada

    pemisahan gas dan pervaporasi

 

Pembuatan Membran Asimetrik

Membran Asimetrik diproduksi melalui proses inversi fasa (phase infersion) dari polimer tunggal atau yang berstruktur komposit. Inversi fasa mencakup struktur pori yang terbentuk akibat pengendapan dari larutan yang homogen. Lapisan pendukung pori yang mencapai ketebalan 0.2-0.5 mm dengan lapisan aktif, 1 micron. Biasanya digunakan dalam nanofiltration dan ultrafiltration. Pembuatan membran komposit melalui infersi fasa berbeda materi untuk lapisan aktif dan lapisan support. Membran komposit komposit banyak diaplikasikan pada membran-membran difusi seperti pada RO, pemisahan gas, dan pervaporasi.

 

Karakteristik Polimer

Dalam polimer sintetik beberapa karakteristiknya menentukan sifat fisik dan kimiawi yang mempengaruhi dalam aplikasi membran yakni:

1. Jumlah dan berat molekul dari unit pengulangan di dalam suatu polimer

2. Apakah polimer tersebut termasuk homopolimer atau co-polimer

3. Bagaimana monomer terikat: rantai random, copolimer blok dan grafted co-polimer

4. Apakah polimer linier bercabang atau saling terikat

5. Stereoisomer : isotactic (menghasilkan polimer kristalin), atactic  (menghasilkan polimer noncrystalin atau

    amporphous), dan syndiotactic. Kristalinitas mempunyai pengaruh atau efek utama pada permeabilitas

    dan membran polimer

6. Fleksibilitas rantai

7. Interaksi rantai

Kaitkata:

Tsabat Ya ikhwati

Posted by: Khansa on: Juli 12, 2008

Kadangkala, kita mengeluh dengan hal-hal yang memberatkan (dalam pandangan kita). Seringkali kita mempertanyakan mengapa Allah berikan ujian seberat ini. Semoga dengan ulasan berikut, kita lebih berlapang dada, bersabar, ikhlas dan istoqomah menghadapi berbagai tantangan dihadapan.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, “Tatkala ayat:

 

`Kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi. Apabila kamu menampakkan atau menyembunyikan apa yang ada pada dirimu, maka Allah akan memperhitungkan kamu lantaran perbuatan itu. Lalu Dia mengampuni orang yang dikehendaki-Nya dan mengazab orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu’ (al-Baqarah:284) diturunkan kepada Rasulullah saw. maka hal itu sangat menyulitkan para sahabat beliau.

Mereka menemui Rasulullah. Mereka berlutut seraya berkata, `Ya Rasulullah, kami telah dibebani berbagai amal yang dapat kami kerjakan seperti shalat, shaum, jihad dan sedekah. Sekarang ayat itu diturunkan kepada engkau, dan kami tak sanggup mengamalkannya.’

Maka Rasulullah saw bersabda, `Apakah kamu hendak mengatakan apa apa yang telah dikatakan oleh para Ahli Kitab terdahulu, yaitu `kami mendengar namun kami mendurhakainya?’ Namun katakanlah olehmu, `Kami mendengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Dan kepada Engkaulah tempat kembali.’

Setelah orang-orang menginsafi ayat itu dan mengucapkan keinsafannya dengan lidah mereka, maka Allah menurunkan ayat yang sesudahnya, yaitu

 `Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. `Kami tidak membeda-bedakan sedikit pun antara seorang rasul dengan rasul lainnya.’ Dan mereka mengatakan, `Kami dengar dan kami taat. Ya Tuhan kami, ampunilah kami, dan kepada Engkaulah tempat kami kembali.’ (Q.S. Al-Baqarah 285)

 Setelah mereka mengamalkan ayat itu, maka Allah menasakh ayat tadi dengan ayat,

`Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari (kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), `Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau khilaf. Ya Tuhan kami, jangnlah engkau pukulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami: ampunilah kami: rahmatillah kami. Engkaulah penolong kami terhadap kaum yang kafir’ (Q.S. Al-Baqarah 286)

 Wallahualambishawab

 

Kaitkata:

Harapan Bagimu Negeri

Posted by: Khansa on: Juli 7, 2008

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa

Mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur

Sebagai penebus bagi kehormatan mereka,

Jika memang tebusan itu yang diperlukan

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,

Kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka,

Jika memang itu harga yang harus dibayar

Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan

Bencana yang mencabik-cabik bangsa ini,

Sementara kita hanya menyerah pada kehinaan

Dan pasrah oleh keputusasaan

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa

Kami membawa misi yang bersih dan suci,

Bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,

Dan bersih dari hawa nafsu

Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia,

Tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,

Tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih

Yang kami harap adalah

Terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat

Serta kebaikan dari Allah –Pencipta alam semesta-

[Lembaga Pengembangan Potensi Insani, 2004]

Sajak Anak 8 Tahun, Menjelang PEMILU

Posted by: Khansa on: Juli 7, 2008

Bunda…

Mengapa anak 8 tahun tak boleh ikut PEMILU?

Karena kalau kami bisa memilih

Kami akan pilih

Mereka yang berbudi dan selalu peduli

Yang tak pentingkan diri sendiri

Tak pernah melanggar hokum

Serta paling anti korupsi

Kami pasti memilih

Mereka yang berwawasan

Namun takut pada Tuhan

Tak usah tawari kami uang

Apalagi permen atau mainan

Kami tiada sudi

Karena kami pemilih sejati

Yang rindu senyuman negeri

Maka orang-orang yang tak bersih

Menyingkirlah dari jalan ini…..

Bunda…

Mengapa anak umur 8 tahun tak boleh memilih

Dan harus menunggu sampai 2014?

Sebab andai bisa memilih dalam PEMILU ini

 kami akan pastikan yang terbaik bagi Indonesia

 9 Januari, 2004, Abdurahman Faiz.[Eramuslim.com]

Sebuah Komisi untuk Yahudisasi 300 Ribu Jiwa

Posted by: Khansa on: Juli 7, 2008

Infopalestina: Dalam waktu dekat ini dijadwalkan sebuah komisi khusus tentang Yahudisasi (warga non Yahudi) akan menyampaikan laporan kepada PM Israel Ehud Olmert, melalui Menteri Imigrasi Israel Jakob Edry. Komisi ini akan melaporkan soal yahudisasi lebih dari 300 ribu imigran non Yahudi ke Israel.

Komisi yang terdiri dari perwakilan sejumlah departemen ini telah dibentuk sekitar enam bulan lalu atas instruksi dari PM Israel Ehud Olmert guna membahas masalah yahudisasi imigran (non Yahudi). Komisi ini diketuai oleh Direktur Umum Departemen Imigrasi Israel Erez Halvon. Turut serta dalam komisi ini sejumlah perwakilan dari kantor perdana menteri, bidang yahudisasi, departemen pendidikan dan pengajaran, Hebrew Agency dan militer Israel.

Para wakil komisi ini mengatakan: ada banyak kendala dan kesulitan yang dihadapi komisi yahudisasi ini. Mereka kesulitan melakukan proses yahudisasi terhadap sebagian pada tingkat structural, sebagian lainnya pada tingkat yang berkaitan dengan syariat Yahudi.

Komisi ini juga membicarakan tentang mereka yang ingin menjadi Yahudi. Mereka adalah orang-orang yang bukan warga di Israel. Mereka sampai ke Israel setiap tahunnya dengan memegang visa turis atau menjadi warga sementara. Mereka tinggal di Israel dan ingin menjadi Yahudi dan mengikatkan nasib mereka dengan masib bangsa Yahudi dan Negara Israel.

Dari sini mereka terpaksa harus menjalani proses panjang yang melelahkan, sampai mendapatkan persetujuan untuk diyahudikan. Padahal tidak boleh bagi mereka langsung menjalani proses yahudisasi sampai mendapatkan persetujuan. Dari realitas inilah maka arahan-arahan komisi berbicara tentang reduksi peran komisi sebagai pemeriksa dan penguji. Komisi diizinkan melakukan pemeriksaan dan pengujian kedudukan hukum bagi orang yang meminta menjadi Yahudi, serta sisi-sisi tehnis lainnya saja. Dan tidak sibuk pada persoalan-persoalan esensial, seperti penetapan keinginan, hal yang sangat menghambat kerja orang-orang yang meminta menjadi Yahudi.

Di sisi lain, komisi menyatakan bahwa tujuan dari dibentuknya komisi ini adalah untuk meyahudikan 300 ribu imigran non Yahudi. Diisyaratkan bahwa sebelum laporan ini diajukan, Menteri Imigrasi mengatakan bahwa yahudisasi adalah urgensi kebangsaan dan strategi, yang mengandung urgensi pasti bagi masa depan demografi Israel. Untuk selanjutnya, seyogiyanya negara (Israel) menyampaikan solusi yang membantu komunitas-komunitas ini untuk diyahudikan dan masuk secara penuh di dalam pangkuan umat Israel.

 

80% Anak Imigran Tidak Diakui Keyahudiannya

Sebuah laporan Israel pernah menyebutkan bahwa 80% anak-anak imigran baru Yahudi yang datang ke Palestina tidak dianggap sebagai orang Yahudi oleh institusi agama resmi Israel. Alasannya adalah karena ibu-ibu mereka bukan orang Yahudi, meskipun mereka dilahirkan dari orang tua laki-laki Yahudi.

Menurut laporan para imigran Yahudi setiap tahunnya melahirkan 8000 anak. Sekitar 320 ribu anak Yahudi yang kini hidup di Israel bukan Yahudi. Sebagian besar mereka datang dari negara-negara Eropa timur bekas Uni Soviet. Sebagian dari para imigran tersebut tidak punya perhatian untuk berubah menjadi Yahudi dan mereka lebih memilih beragama Kristen, memilih hidup di komunitas-komunitas khusus mereka dan terpisah dari orang-orang Yahudi. Namun institusi terbesar para pendeta Yahudi (Hakom) melakukan yahudisasi (memproses mereka menjadi Yahudi).

Para imigran ini berperilaku layaknya orang-orang Israel pada umumnya dan memegang identitas kewarganegaraan Yahudi serta menjalani wajib militer di ketentaraan Israel. Di antara mereka ada yang menjadi sukarelawan mengabdi di kesatuan-kesatuan tempur pilihan Israel, mereka turut andil dalam pertumbuhan ekonomi. Prosentase terbesar mereka adalah dari kalangan akademisi dan peneliti di bidang-bidang tehnologi dan ilmiah.

Atas dasar inilah, menurut Ma’arev, beberap waktu lalu PM Israel Ehud Olmert mengeluarkan instruksi yang mendorong proses yahudisasi ini guna menjamin tingginya angka demografi Yahudi di Palestina. Rencana ini menargetkan yahudisasi 300 ribu orang dalam jangka waktu 5 tahun. Dia pun menugaskan Skretaris Pemerintah Israel Ovad Yahezkil untuk mengkordinasi upaya dalam masalah ini mulai dari sekarang. Sekaligus menugaskan Direktur Umum Depertemen Imigrasi Erez Halvon untuk membentuk sebuah komisi guna mengkordinasi rencana ini dengan institusi Hakom terbesar.

Israel memiliki defenisi etnis Yahudi yang dikenal hingga sekarang sekarang, bahwa seorang Yahudi adalah seseorang yang dilahirkan dari bapak-ibu Yahudi atau dari ibu Yahudi. Seorang laki-laki Yahudi yang menikah dengan wanita non-Yahudi seperti yang banyak terjadi di Eropa dan Amerika selama ini, putranya kelak tidak masuk etnis Yahudi. Definisi inilah yang kini akan dirubah pemerintahan Olmert dengan melakukan peyahudian orang-orang yang dianggap bukan Yahudi tersebut.

Pemerintah Israel mulai menarik warga non-Yahudi untuk menjaga perimbangan demografi, khususnya setelah semakin jarang hijrah Yahudi ke negara Israel terakhir ini.

 

Bom Demografi Warga Palestina

Sejumlah pengamat melihat ledakan bom penduduk Palestina akan mengancam identitas Yahudi negara Israel dan bahkan bisa buyarkan negara Israel. Masalah ini pernah menjadi tema besar yang mendominasi media massaIsrael dan Palestina, serta seminar dan konferensi sejak pertengahan Januari 2004 lalu.

Isu bom demografi Palestina sesungguhnya pernah mencuat pada pertengahan tahun 1980-an kemudian lenyap secara drastis menyusul terjadinya gelombang imigran Yahudi dari Uni Soviet pada tahun 1990-an yang mencapai hampir satu juta imigran saat itu.

Sejak intifadhah al Aqsha 2000 lalu, angka imigran Yahudi ke Palestina terus mengalami penurunan. Hasil sensus terakhir yang dilakukan Desember 2007 menyatakan bahwa migrasi orang Yahudi ke Israel tahun ini mengalami penurunan drastis, dipastikan penurunan tahun ini mencapai angka terendah semenjak 20 tahun.

Kementrian Kuasa mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi yang melakukan migrasi ke Israel pada tahun 2007 mencapai 19700 jiwa, lebih sedikit 6% dari tahun sebelumnya.

Zaev Belsky, Kepala Agen Yahudi—Dewan Pemerintah Bidang Imigrasi—menyatakan kesedihannya atas penurunan angka imigran yang semakin merosot. Selain masalah keamanan, Zaev mengklaim bahwa penurunan itu juga disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya masalah ekonomi akibat gempuran sengit perlawanan Palestina.

Hasil berbagai kajian dari lembaga-lembaga penelitian Israel menunjukkan jumlah warga Yahudi di Israel akan mengalami penurunan secara gradual, dan pada suatu hari warga Yahudi bisa menjadi minoritas di Israel.

Sebagian besar hasil kajian Israel memprediksi pada tahun 2020 warga Yahudi menjadi minoritas di Israel. Pada gilirannya, identitas Yahudi pada negara Israel terancam akan punah pula. Prediksi ini pernah mengentak masyarakat Yahudi di Israel yang membuat timbulnya kecenderungan opini cukup kuat bahwa Israel harus segera memisahkan diri secara sepihak dari wilayah Palestina jika tidak ingin eksistensinya lenyap dari peta dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga Israel Ariel Sharon dalam kesempatan “Herzliya speech” yang disampaikan pertengahan Desember 2003 lalu menegaskan, jika tidak mungkin mencapai kemajuan dengan konsep peta perdamaian, akan dilaksanakan tindakan unilateral untuk mengurangi tingkat ketegangan antara warga Israel dan Palestina. Dalam tradisi politik Israel, “Herzliya speech” adalah peristiwa diplomatik penting yang biasanya menjadi kebijakan politik negara itu. Hal itu dibuktikan dengan dikeluarkannya keputusan penarikan dan pemetaan sepihak yang puncaknya adalah pengevakuasian penghuni dari 17 permukiman Yahudi di Jalur Gaza pada pertengahan September 2005 lalu.

Pengamat politik dan anggota Dewan Nasional Palestina, Abdullah Horani, mengatakan, substansi konsep pemikiran zionis adalah eksistensi negara hanya bisa terwujud dengan cara mengusir warga lain. Konsep itu yang sesuai dengan slogan “tanah tanpa rakyat dan rakyat tanpa tanah” menghendaki tanah Palestina dikosongkan dari penduduk aslinya seperti halnya yang dilakukan kolonial kulit putih terhadap penduduk asli dari suku Indian di Amerika dan suku Aborigin di Australia.

Perasaan cemas yang menghinggapi Israel akan terjadinya ketimpangan perimbangan demografi yang lebih menguntungkan Palestina bukan hanya disebabkan menurunnya angka pertumbuhan penduduk Yahudi dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Palestina, tetapi jumlah kaum Yahudi di dunia juga menurun.

Jumlah kaum Yahudi di dunia terus menurun. Jumlah kaum Yahudi di seantero dunia tahun 2004 hanya sekitar 13 juta jiwa, yakni menurun dibandingkan dengan tahun 1967 yang mencapai 16 juta jiwa dan tahun 1945 yang mencapai 20 juta jiwa.

Pada tahun 2020 diprediksi, warga Yahudi hanya berkisar 44 persen berbanding 56 persen warga Arab jika perimbangan pertumbuhan penduduk seperti saat ini. Pada tahun 2050, jumlah warga Yahudi hanya tinggal 37 persen berbanding 63 persen warga Arab. Perhitungan itu tanpa ada kembalinya pengungsi Palestina di luar negeri saat ini yang diperkirakan berjumlah antara 4 hingga 5 juta jiwa. (seto)

sumber: www.infopalestina.com

Kaitkata:

Momen Terakhir Kepengurusan Asrama o/ 2005

Posted by: Khansa on: Juli 7, 2008

Mushola Arrasul, Juni 2007

 

Assalamualaikum wr.wb

            Ba’da tahmid dan shalawat. Setahun masa jihad belumlah cukup tuk berikan semua yang terbaik bagi asrama Polban ini. Semua daya dan upaya yang telah dilakukan tak sempat mencapai optimal. Namun, bergantinya waktu menuntut amanah yang selama ini berada dipundak harus tergantikan dengan pundak-pundak baru yang lebih tegar dan kuat. Waktu pula yang mentarbiyah diri semakin matang dalam berkarya.

Amanah adalah proses pendewasaan diri. Tidak semua hamba berkesempatan untuk memikulnya. Apapun amanah yang diemban di asrama ini semoga semakin mengukuhkan diri-diri kita sebagai hamba yang senantiasa memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Asrama bukanlah hanya replica kehidupan nyata yang akan kita jelang. Asrama adalah rumah kita. Pahit, manis, sedih, bahagia, tawa, canda, marah, dan semua rasa, kita lalui bersama. Dukungan, motivasi, tausyiyah, bahkan ukhuwah yang kita rasakan di asrama adalah harta berharga. Maka jagalah harta itu. Rawatlah ia. Jangan biarkan ia menjadi berkarat dan hilang ditelan waktu. Semua hal yang pernah dilalui biarlah tetap melekat dihati dan selalu terkenang dalam diari kehidupan.

Mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya atas segala khilaf yang pernah dilakukan. Syukron Jiddan untuk semua pengurus yang telah mengabdikan diri dikepengurusan asrama 2006/2007. Semoga Allah membalasnya dengan mempertemukan kita kembali di jannah-Nya yang kekal nan abadi.  

Bandung, Juni 2007

 

 

                                                            Pengurus Asrama Putri POLBAN’05

 

 

Seiring dengan pembacaan LPJ kepengurusan, berakhir pula kepengurusan asrama 2006/2007.

Tempat ini akan selalu menjadi bagian kehidupan kami.

 

Juli 2008,…..

Kini, setahun sudah dan estafeta kepengurusan asrama baru insyaAllah terus berlanjut. Tak terasa hampir sebulan lagi sisa waktu kami tuk berada di rumah ke2 ini. Semoga kenangan yang terukir tak sirna direntang masa. Doakan kami, menuntaskan perjalanan akhir di kampus ini dengan hasil yang terbaik. Semoga Allah menjaga kami tetap istiqomah dan tegar melangkah menghadapi the real life diluar sana.

 

Kaitkata:

My Dormitory…

Posted by: Khansa on: Juli 4, 2008

Asrama Politeknik Bandung

Nu aya di Ciwaruga

Di handapna Sentra Duta…..dst

 

Lirik lagu yang konon jadi lagu kebangsaan asrama POLBAN. Setiap ada event-event besar asrama pasti deh ga ketinggalan lagu yang satu ini.

 

Asrama POLBAN bagi kami bukan sembarang asrama. Di asrama inilah kami mengukir masa depan, berjuang dibangku kuliah yang hanya 3 tahun, cukup singkat memang. Asrama bukan sekedar tempat tinggal semata, tapi disini kami temukan indahnya ukhuwah dan manisnya tarbiyah.

 

Banyak orang beranggapan, klo asrama itu menyeramkan, udah letaknya dipojok kampus, klo malem jalan ke asrama gelap, bangunannya tua, suka susah air, peraturannya seabreg, dll. Meski demikian disini banyak hal baru yang kami temukan. Kami yakin, mahasiswa yang tinggal di asrama ini bukanlah sembarang mahasiswa. Tidak semua mahasiswa berkesempatan bergabung dalam komunitas keluarga besar asrama Polban ini, beruntunglah jika anda adalah salah satu orang pilihan Allah yang bergabung dalam komunitas ini.

 

Menjadi bagian dari keluarga besar ini tidak mudah, namun bukan pula hal yang sulit. Beberapa tahapan seleksi harus dilalui, baik pengisian CV, quesioner maupun wawancara khusus. Tentu saja siapapun yang ingin menjadi warga asrama harus legowo dengan segala kondisi asrama, baik fisik maupun non fisik. Satu hal yang ditekankan disini: apa yang bisa anda berikan untuk asrama, bukan apa yang anda harapkan dari asrama.

 

Asrama Polban memiliki kepengurusan khusus mahasiswa yang berfungsi menghidupkan asrama, khususnya dari segi ukhuwah dan tarbiyahnya. Maka siapapun yang berminat menjadi bagian dari kami harus sanggup memegang amanah kepengurusan asrama dan mematuhi seluruh peraturan yang ada (dimana langit dijungjung, disitu bumi dipijak).

 

Dari asrama inilah, insyaAllah,  kelak lahir generasi-generasi baru yang akan melanjutkan estafeta pembangunan umat. Dari asrama inilah kelak tumbuh Ar-Ruhul Jadid yang bangkitkan umat yang sedang tertidur ini.

 

Kaitkata:

Wahai Ukhti Renungkanlah…

Posted by: Khansa on: Juli 4, 2008

Bersihkan Jalan Perjuangan…. Rapatkan kembali barisan…….

 Ketika melangkah di jalan dakwah, seringkali banyak hal yang terlupakan. Mudah-mudahan dengan artikel menarik ini mengingatkan qta kembali akan hakikat qta sebagai muslimah. Teruntuk adik-adik Assalam yang sholehah, mudah-mudahan tak hanya selintas saja kata-kata yang tertulis dalam artikel ini singgah di hati, tapi menjadi sarana qta untuk senantiasa memperbaiki diri………………..

Wahai Ukhti….., renungkanlah hal ini…..

Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.
Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akhirat, berkenan menyambutmu…

Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..
Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….

Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai ya ukhti……….

Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu

Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat penderitaan orang lain, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.

Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.

Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa, mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat.

Ukhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik.

Ukhti…tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,

Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam

Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….

Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan ujub, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu

Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan menghawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di beri rizki sepelit itu.

Ukhti…rutinnya ta’limmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi

Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah

Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,

Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?

Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang ikhwan akan segara menghampirimu

Ukhti…masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di pelaminan hijaumu

Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu

Ukhti…muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan sikap anti yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik

Ukhti…pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang yang solehah

Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar akhwat solehah,

Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain

Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang

sumber, http://gugundesign.wordpress.com

 ”Sesungguhnya agama ini mudah dan tidak ada yang memberatkan diri sendiri kecuali agama itu akan mengalahkannya. Karenanya luruskanlah langkah dan kokohkanlah, berusahalah untuk selalu mendekati (target ideal), bergembiralah (jangan pesimis) dan meminta tolonglah dengan waktu pagi, waktu sore dan sedikit malam.” (H.R. Bukhari)

 

Kaitkata:

Harapan Hamba

Posted by: Khansa on: Juli 4, 2008

Ya Allah,, Sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah bersatu karna mahabbah pada-Mu, berjumpa di atas ketaatan kepada-Mu, berhimpun di atas dakwah-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Abadikanlah kasih sayangnya, tunjukanlah jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tiada akan pernah padam. Lapangkanlah hati kami dengan limpahan keimanan dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah ia dengan makrifah-Mu, dan matikan kami dalam keadaan  syahid di jalan-Mu

izinkan kami menjadi jundiah-jundiahmu yang sinari bumi dengan cahaya islam

Kaitkata:

Akhwat Sejati

Posted by: Khansa on: Juli 4, 2008

Cerita Si Abi Kepada Putrinya Tentang Akhwat Sejati [Baca: Muslimah Sejati]Seorang gadis kecil bertanya pada
ayahnya,
“Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”.Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum :
Anakku …
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari
kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona,
tetapi
dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu
banyaknya kebaikan yang ia
berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan
dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya
bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat
dari bagaimana caranya
ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi Abi?”, sahut
putrinya.
Ketahuilah putriku …

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian
tetapi
dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari
kekhawatirannya digoda orang di jalan
tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang
jadi
tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian
yang ia jalani
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu
dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah …
Akhwat
sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi
dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga
kehormatan dirinya dalam bergaul.

Setelah itu sang anak kembali bertanya, “Siapakah yang dapat
menjadi
kriteria seperti itu, Abi?”

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarila h
mereka!”
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri
Rosulullah”

Khusus buat
para aktivis… bacalah :

Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat
dari
kedewasaannya dalam bersikap.

Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi
dilihat
dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.

Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia
berorganisasi, tetapi
sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.

Akhwat sejati tidak dilihat
dari kehadirannya dalam syuro’, tetapi
dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari
suatupermasalahan.

Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al -
Qur’an, tetapi dilihat
dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan
Al- Qur’an tersebut.

Akhwat sejati tidak dilihat dari
aktivitasnya yang seabrek, tetapi
bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.

Akhwat sejati
tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana
ia mengajarkan ilmunya pada umat.

Akhwat sejati
tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi,
tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.

Akhwat
sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan
kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam
bekerja.

Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat
dari kedekatannya pada Robb
di luar aktivitas sholatnya.

Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman -
teman,
tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar – Rahman
Ar- Rahiim..

Akhwat sejati tidak dilihat dari
rutinitas dhuha dan tahajjudnya,
tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika
sujud

Akhwat sejati tidak dilihat dari rutin dan konsistennya menggunakan
jilbab dan tidak akan menganggap
dirinya lebih sempurna dibandingkan
para akhwat lainnya yang belum berhijab, tetapi bagaimana ia
mampu
membimbing dengan penuh kesabaran & keikhlasan para akhwat lainnya
supaya menggunakan jilbabnya
dengan konsisten.

Sumber : wie_pisesha@yahoo.com dari Inet.

 

 
 
 
 

 

 
 
 

 

 

Kaitkata:

  • Khansa: Wa'alaikumsalam adikku yang sholihah,... Gimana nih kabarnya Tia (yang mana ya?, he...lupa), tasyakur 2007 kemaren ada kan? Sip, good2....... Bo
  • Khansa: Angkatan beruang to,.... Emang Diaz bisa ngamuk ya? perasaan ngelawak terus dia....
  • Khansa: Wa'alaikumsalam wr.wb... Afwan ya Faisal, baru kebaca sekarang. Seleksinya keburu expired. Gapapa ya,... Gimana sekarang di asrama?

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.