Posted by: Khansa on: Juli 4, 2008
Akhwat sejati bukan
dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya
bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat
dari bagaimana caranya
ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi Abi?”, sahut
putrinya.
Ketahuilah putriku …
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian
tetapi
dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
kekhawatirannya digoda orang di jalan
tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang
jadi
tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian
yang ia jalani
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu
dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah …
Akhwat
sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi
dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga
kehormatan dirinya dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali bertanya, “Siapakah yang dapat
menjadi
kriteria seperti itu, Abi?”
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarila h
mereka!”
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri
Rosulullah”
Khusus buat
para aktivis… bacalah :
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat
dari
kedewasaannya dalam bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi
dilihat
dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia
berorganisasi, tetapi
sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat
dari kehadirannya dalam syuro’, tetapi
dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari
suatupermasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al -
Qur’an, tetapi dilihat
dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan
Al- Qur’an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari
aktivitasnya yang seabrek, tetapi
bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.
Akhwat sejati
tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana
ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati
tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi,
tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat
sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan
kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam
bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat
dari kedekatannya pada Robb
di luar aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman -
teman,
tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar – Rahman
Ar- Rahiim..
Akhwat sejati tidak dilihat dari
rutinitas dhuha dan tahajjudnya,
tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika
sujud
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutin dan konsistennya menggunakan
jilbab dan tidak akan menganggap
dirinya lebih sempurna dibandingkan
para akhwat lainnya yang belum berhijab, tetapi bagaimana ia
mampu
membimbing dengan penuh kesabaran & keikhlasan para akhwat lainnya
supaya menggunakan jilbabnya
dengan konsisten.
Oktober 18, 2008 pada 11:30 am
semua yang terlihat tidak seperti kelihatannya..
tulisannya bagus sukron menggugah hati…